FTK Laksanakan Seminar Internasional Untuk Ketiga Kalinya

FTK UIN imam Bonjol Padang sangat berbahagia karena berhasil menggelar seminar internasional ke 3 di hotel grand Inna muara pada tanggal 14 September 2022 dengan tema “Embracing Islamic Education Based Local Wisdom of Malay World on Society 5.0

Pemateri yang jadi speaker dalam ini adalah ketua pers nasional yang mumpuni di bidang Local Wisdom ini, yaitu prof Azyumardi Azra dari UIN Syarif Hidayatullah. Kemudian ada prof duski Samad dan prof moh. Noor mamat dari universitas teknologi Mara Malaysia

Peserta yang hadir secara luring sebanyak 165 orang, yang tersebar dari berbagai universitas, UIN Sultan Kasim Pekanbaru, IAIN Ambon, UIN Walisongo, stipiq UIN sunan gunung Djati, Jakarta global university.uin Mataram, IAIn Takengon

Dalam sambutannya,Dr.yasmadi. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menyampaikan bahwa event ini adalah sebuah momentum untuk meng up grade diri dan publikasi. Selain itu Dekan dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan seminar ini diangkat dalam rangka mencoba menggali pendidikan Islam di ASEAN.
Acara ini di buka langsung oleh rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof Dr. Martin Kustati ,M.Pd. Rektor dalam sambutannya mengatakan bahwa akulturasi budaya yang terjadi dalam masyarakat yang heterogen tidak dapat dibendung lagi, prosesnya berlanjut dari generasi ke generasi.

“Sebuah kalimat yang disampaikan Snouck Hurgonje dalam bukunya yang berarti adat dan budaya akan terus berubah dari generasi ke generasi dan tidak akan berhenti,” katanya.

Lanjutnya, modernisasi diberbagai elemen kehidupan dewasa ini dipercepat oleh gelombang transformasi dari masyarakat informasi 4.0 menuju masyarakat super pintar 5.0 yang berubah dengan cepat. “Hari ini kami siap dengan transformasi masyarakat super-pintar 5.0,” sambungnya.

Jika ditelaah lebih jauh, lembaga pendidikan dan tenaga pendidik merupakan ujung tombak garda terdepan dalam mengintegrasikan model pendidikan ini. Integrasi pendidikan Islam berbasis local genius merupakan salah satu langkah strategis dalam mengembangkan pola pendidikan untuk membangun masyarakat super cerdas 5.0.

Prof. Martin juga menjelaskan bahwa perubahan transformasional tentu memiliki multiflyer effect jika tidak dikelola dengan baik dalam kehidupan masyarakat. Di mana beberapa nilai lokal genius akan tergerus dan terdiskreditkan oleh modernisasi di berbagai bidang kehidupan.

“Hal ini dapat membuat kearifan lokal yang ada di masyarakat hilang dan tergerus oleh peradaban modern,” jelasnya.

Lembaga pendidikan Islam merupakan lembaga yang berperan penting dan memiliki inisiatif besar terhadap berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat sehingga laju transformasi seimbang. “Sejalan dengan harapan dan misi yang diemban Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang yaitu, Ilmu, Wahyu, dan Budaya,” tuturnya.

Rektor berharap melalui acara seminar ini bisa mendukung kerjasama lintas keilmuan melihat fenomena yang terjadi di masyarakat. “Saya berharap dengan kesempatan ini fenomena yang terjadi di masyarakat dapat dilihat dari perspektif ilmu pengetahuan,” harap Rektor UIN IB Padang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.