Mantapkan Kurikulum Berbasis MBKM, Tim Pengembangan Fakultas Kunjungi UNESA dan UINSA Surabaya

Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang adaptable terhadap perubahan zaman, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Imam Bonjol Padang terus melakukan penyempurnaan kurikulum yang tentunya disesuaikan dengan kebijakan ‘Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka’. Kurikulum tersebut akan memberi kesempatan bagi mahasiswa meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan, tanpa meninggalkan core competence pada program studi asalnya. MBKM memberi dampak positif bagi mahasiswa karena dibiasakan hidup adaptif dalam merespon masalah yang terjadi di masyarakat dan memberi solusi sesuai dengan kapasitas keilmuannya
Prof. Dr. Muchamad Nursalim, M.Si Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan menyambut 6 tim Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yakni wakil dekan 1 Dr. Muhammad Kosim, M.A. wakil dekan 3 Dr. Sermal, M. Pd Dr. Prima Aswirna, M. Sc. Jum Anidar, M. Pd. Mahmud, M. Pd dan Desi Apriyanti, S. Sos dikantornya. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa ada dua pola KRS yang dapat diambil oleh mahasiswa dalam kurikulum MBKM, yakni ada pola 602 dan 512. Ia menjelaskan bahwa pola 602 dimaksudkan untuk 6 semester di dalam kampus, dan 2 semester di luar kampus. Sedangkan pola 512 itu maksudnya 5 semester untuk program MK dalam prodi, 1 semester MK di luar prodi, dan 2 semester dilakukan di luar kampus. Selanjutkan beliau juga menjelaskan bahwa pelaksanaan penelitian dan pengabdian juga berbasis MBKM.
Terkait pemahaman akan struktur kurikulum dan konversi mata kuliah, kurikulum MBKM dilakukan secara kolaboratif dengan mengkonversi sebanyak 20 sks pilihan pada mata kuliah prodi, atas konsekuensi itu keragaman nama dan konten mata kuliah forum atau asosiasi dosen prodi harus berupaya merancang dan meresponnya dengan cepat, Kerjasama kolaboratif tersebut diperkuat dengan MoU yang dilengkapi dengan mekanisme perkuliahan dan ketentuan penerbitan surat keterangan bagi mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah dari masing-masing perguruan tinggi. Sedangkan sistem dan proses akademik tetap menyesuaikan dengan kebijakan perguruan tinggi masing-masing.
Selanjutnya kegiatan tim mengunjungi fakultas FMIPA UNESA dan bertemu dengan dekan Prof. Dr. Madlazim, M. Si beserta civitas akademika FMIPA bahkan melakukan pertukaran cindera mata bagi kedua fakultas. Pada kesempatan bersamaan tim juga mendengarkan pemaparan Prof. Munasir, M. Si ketua jurusan Fisika UNESA bahwa pelaksanaan MBKM juga dilakukan dengan KKN berbasis MBKM atau diistilahkan dengan KKN Terpadu. Penyelenggarannya yang bersifat Feasible artinya dapat dilaksanakan sesuai kemampuan mahasiswa dan masyarakat, Acceptable atau dapat diterima oleh masyarakat, Sustainable atau berkelanjutan dan bersifat Partisipatoris yakni membutuhkan partispasi masyarakat yang menjadi subyek kegiatan.
Sedangkan di sesi lain tim mengunjungi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya yang dinanti oleh wakil dekan 2 ibuk Prof. Dr. Jauharoti Alfin, M. Si beserta ketua dan sekretaris prodi selingkup fakultas, dalam pertemuan ini tim menyepakati bahwa pentingnya kegiatan yang mewadahi pelaksanaan MBKM seperti memberikan peluang 20 sks pilihan prodi untuk penyelenggaraan MBKM, juga menyasar pada kegiatan magang prodi seperti magang pengelolaan sekolah, asistensi mengajar dan lain-lain. dalam kegiatan bersamaan tim perancang prodi PIAUD juga mendapatkan masukan tentang pengelolaan prodi, kurikulum dan kerjasama. (Author: Mahmud)

Leave a Reply

Your email address will not be published.