Prinsip Ta’awun dalam Memberikan Pelayanan Menuju Zona Berintegritas

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Al-Maidah: 2).

Menurut Parasuraman dan Zeithaml (1988) menemukan 5 gap yang sering muncul dalam penilaian kualitas pelayanan. Salah satunya adalah gap antara standar yang telah ditetapkan perusahaan dengan pelaksanaan standar tersebut. Salah satu faktor penyebabnya adalah beban kerja yang berlebihan. Fenomena ini sering terjadi pada organisasi jasa termasuk di perguruan tinggi. Impact-nya adalah persepsi kualitas pelayanan yang buruk dari kacamata mahasiswa. Mahasiswa merasa pelayanannya lambat, karyawan tidak ramah, ketus dan tidak ingin membantu. Semua itu akan berdampak pada kinerja organisasi. Khususnya bagi institusi berbasis Islam, keluhan-keluhan semacam itu seharusnya tidak muncul lagi. Dengan semangat mencari ridlo Allah, seharusnya setiap elemen dalam organisasi menyadari bahwa setiap tindakannya adalah ibadah dan hanya terpusat pada ketaatannya kepada Tuhannya.

Kinerja merupakan aspek untuk mengukur kualitas dan kuantitas individu dalam suatu organisasi. Kinerja karyawan mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Dinamika kerja dalam organisasi membutuhkan individu yang efektif dan efisien dalam bekerja, baik secara personal maupun tim. Perilaku individu yang dibutuhkan adalah kemampuan interpersonal yang tergolong dalam lingkup OCB (Organizational Citizenship Behaviour). Robbins (2006) mengemukakan bahwa OCB merupakan perilaku ingin membantu orang lain di luar tanggungjawabnya secara formal. OCB ini merupakan perilaku pilihan yang tidak menjadi

bagian dari kewajiban kerja formal seorang karyawan, namun mendukung berfungsinya organisasi tersebut secara efektif. Dalam pengertian OCB ini terkandung semangat membantu (willingness to help) secara sukarela yang dalam Islam dikenal dengan istilah Ta’awun.

Ta’awun adalah kinginan untuk membantu orang lain secara suka rela dalam kebaikan dalam kerangka ketaqwaan kepada Tuhannya. Konsep ini hampir sama dengan konsep altruisme. Altruisme ialah tindakan sukarela yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk menolong orang lain tanpa mengharap imbalan apapun. Pribadi yang altruitis ditandai dengan kesediaan berkorban untuk kepentingan, kebahagiaan atau kesenangan orang lain.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Wasitowati & Sudarti (2019) menemukan bahwa ada relasi antara religiusitas dan sikap ta’awun dalam bekerja. Semakin religious seseorang, maka semakin tinggi perilaku ta’awunnya yang diperlihatkan dengan keinginan yang kuat untuk membantu rekan kerja tanpa diminta dan meyakini bahwa semua yang dia lakukan adalah ibadah. Seseorang yang berperilaku taawun, akan melakukan pekerjaan ekstra di luar pekerjaannya tanpa diminta demi kesuksesan organisasi. Hal ini sangat penting khususnya untuk perusahaan jasa dimana jasa mempunyai sifat inseparability, konsumsi dan produksi dilakukan secara bersamaa, sifat ini berimplikasi pada fluktuasi permintaan dan penawaran yangbergejolak. Pada saat tertentu, permintaan mencapai puncak namun pada waktu yang lain sangat turun. Dalam kondisi seperti ini, sangat tidak menguntungkan bagi perusahaan jasa untuk merekrut karyawan baru karena akan membebani biaya. Untuk mengatasinya, perilaku ta’awun menjadi salah satu solusinya.

Sebagai sebuah industry jasa Pendidikan, penting bagi FTK UIN Imam Bonjol Padang untuk menerapkan prinsip ta’awun terhadap dosen dan pegawai menimbang semua beban kerja yang ada serta keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Harapannya dengan itu akan terjadi perbaikan budaya kerja serta pelayanan akademik kepada mahasiswa dan masyarakat sebagai pengguna jasa. Prinsip ini mungkin secara jangka pendek diharapkan menjadi salah satu pondasi dalam pembangunan Zona Integritas di lingkungan FTK UIN Imam Bonjol Padang, meskipun tidak mudah untuk merubah kebiasaan, budaya kerja, dan watak kolektif manusia. Tetapi pada titik ini yang mampu kita lakukan adalah berikhtiar dan berusaha yang terbaik bagi perbaikan lembaga dan khidmat kepada masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.